Monthly Archives: June 2014

Piala Dunia sudah dimulai. 32 negara siap untuk membuktikan diri untuk menjadi yang terbaik. Nah dalam menyambut Piala Dunia, produsen peralatan olah raga NIKE bikin sebuah film animasi singkat mengenai sepak bola.

Dikisahkan beberapa pemain top sepak bola dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Wayne Rooney, Ibrahimovich, dan lainnya “kalah bersaing” dengan tim buatan seseorang yang ingin menghancurkan sepak bola.

Nah untuk lebih detailnya, langsung aja nonton video nya. :)

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@InspiratorFreak

Mungkin udah banyak yang lagi bicarain sosok Raeni. Ia adalah lulusan terbaik Universitas Negeri Semarang jurusan pendidikan Akuntasi Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,96. Lantas apa yang membuatnya begitu special? Yang membuatnya special adalah ketika Ia di wisuda, Ia memilih naik becak. Lah kok gitu? Ya karena orang yang mengayuh becaknya itu adalah bapaknya sendiri.

Yup, tak ada gengsi sedikitpun yang ditunjukkan dari raut mukanya. Justru senyum sumringah yang sangat terlihat jelas. Ada rasa bangga yang dimana ditengah segala keterbatasan, Raeni justru membuktikan dirinya menang melawan segala takdir hidup dan keterbatasan yang menerpa hidupnya. Raeni berhasil menaruh gengsi dan statusnya sebagai anak tukang becak dan Ia menciptakan takdirnya sendiri.

Jelas ini menjadi sebuah kisah inspiratif bagi masyarakat Indonesia yang kebanyakan termakan oleh gengsi. Malu akan status ayah atau ibunya yang bukan seorang “berada” atau gengsi karena gak bisa beli baju baru, gengsi karena hp nya belom pakai yang layar sentuh, gengsi karena gak bisa hang out ke mall atau liburan ke luar negeri dan jutaan gengsi-gengsi lainnya. Ingat, di setiap gengsi maka akan ada harga lebih yang harus dibayar.

Tidak ada yang salah apabila memang kita mau menuruti gengsi kita, hanya saja jangan pernah mengeluh apabila itu terasa berat dan makin membuat hidup kita menjadi lebih lelah.

Sekarang, apa yang di dapat oleh Raeni? Hari ini (Jumat, 13 Juni 2014), Raeni berada di Jakarta dan Ia bertemu langsung dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama “sang tukang becak”. Jelas inilah hadiah setimpal bagi mereka yang tidak termakan gengsi dalam hidupnya.

1402643695

 

Tidak hanya sampai disitu, Reani akan berangkat ke Inggris karena Ia mendapatkan beasiswa dari Presiden untuk melanjutkan studi S2 nya di Inggris. Pernah bermimpi kah Reani akan mendapatkan hal ini? Mungkin tidak pernah! Mungkin Ia hanya bermimpi, bagaimana cara membahagiakan bapaknya yang berjuang untuknya dan kini semuanya terjawab dan terbayar sudah. Selamat Raeni, kisah hidupmu sungguh menginspirasi!

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@InspiratorFreak

0 583

London School of Public Relations (LSPR) – Jakarta kembali mengadakan PR Festival 2014 yang kali ini diselenggarakan oleh mahasiswa batch 15 jurusan Public Relations, Marketing dan International Relations pada tanggal 2-13 Juni 2014. Sebagai acara pembuka, FIRST organizer dari kelas PR 15-1C mengadakan sebuah diskusi komedi, CONVERT pada 2 Juni 2014 pukul 11.00 – 12.30 WIB di Prof. Dr. Djajusman Auditorium and Perfomance Hall, Kampus B, LSPR Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan, Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi juga dimeriahkan oleh beberapa komedian diantaranya Deddy Mahendra Desta, Ryan Adriandhy, dan Arief Didu serta Maman Suherman sebagai pembawa acara. Mengusung konsep forum diskusi komedia, acara ini bertujuan untuk merubah persepsi yang lebih positif kepada generasi muda Jakarta mengenai transportasi umum di Jakarta dan juga meningkatkan jumlah penggunanya agar penggunaan kendaraan pribadi berkurang.

Ramona Tirta selaku Head of Corporate Reputation Department LSPR – Jakarta mengungkapkan, “Di LSPR Jakarta, mahasiswa tidak hanya belajar teori, namun juga praktek yang seimbang. PR Festival merupakan salah satu bentuk nyatanya dimana mahasiswa dilatih untuk membuat konsep, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi acara yang memiliki pesan. Adalah tanggung jawab penyelenggara acara agar pesan tersebut bisa diterima dengan baik oleh audience.” Jessica Theresia selaku Event Manager dari FIRST Organizer menambahkan, “CONVERT  mengangkap konsep fun discussion karena debat dan diskusi yang selama ini berlangsung kurang dapat mengambil perhatian generasi muda akan isu-isu sosial. Oleh karena itu dengan terobosan yang ada di acara CONVERT, kami berharap dapat melakukan pendekatan yang lebih positif lebih kepada generasi muda akan transportasi umum di Jakarta.”

20140602_120111

 

Sebelumnya, CONVERT menyelenggarakan pre-event di Parking Area, kampus B, LSPR Jakarta pada tanggal 21 Mei 2014 lalu berlanjut di Car Free Day pada tanggal 25 Mei 2014 berupa kontes foto selfie “PHOTO CONVERTITION” yang bertujuan untuk menggandeng masyarakat, khususnya generasi muda, dengan cara yang fun agar meningkatkan kesadaran menggunakan transportasi publik.

LSPR PR Festival adalah tugas akhir dari mahasiswa LSPR Jakarta dalam mata kuliah Event Management dan Kapita Selekta dimana setiap kelas menyelenggarakan acara dengan pesan tertentu untuk audience. LSPR PR Festival 2014 mengangkat tema “Explore Jakarta” dengan tujuan mengkomunikasikan hal-hal terbaik dari Jakarta dalam aspek public transportation, arts & culture, tourism, fashion, entertainment, education, housing, healthy, lifestyle, culinary dan museum re-branding agar citra Jakarta semakin baik di matas masyarakat.

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!

@InspiratorFreak

Halo semua, pada hari Rabu, 4 Juni 2014 kemarin akhirnya talkshow #EduChatPU yang sudah dinanti-nanti mulai juga. Tamu perdana kita adalah Jonathan Christian Susanto. Mungkin sudah banyak yang tahu siapa Jonathan, tetapi biar kalian semakin tahu, Jonathan adalah anak muda berprestasi yang merupakan founder dari InspiratorFreak.com, mentor Young on Top Campus Ambassador, dan merupakan anggota dari Merry Riana Campus Ambassador Batch 1 dan coach Merry Riana Experiential Learning Technology.

Jonathan sekarang sedang sibuk mengembangkan media online inspiratif untuk anak muda Indonesia, Inspirator Freak. Jojo, panggilan Jonathan, membagi kepada pembaca #EduChatPU bahwa isu anak muda sudah menjadi passionnya sejak dulu, dan menurutnya anak muda memiliki kekuatan besar untuk membuat sejarah, namun anak muda jaman sekarang kebanyakan sering merasa bingung apa yang harus mereka lakukan di masa depan.

Jojo berkata bahwa yang dia lakukan selama ini adalah panggilan dia untuk membagi pengalaman ke orang lain, karena menurutnya hidup tidak selamanya soal apa yang kita raih untuk diri sendiri, tetapi lebih kepada apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Jojo percaya bahwa Tuhan memberikan setiap manusia talenta dan anugerah yang berbeda-beda, karena itu dia mengajak anak muda untuk mencari keunikan dan kelebihan masing-masing tanpa perlu ikut-ikutan menjadi seperti orang lain. “Selalu ingat bahwa hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus dan air selalu bergerak ke tempat yang lebih rendah, jadi buat apa kita ikut-ikutan orang lain kalau kita bisa membuat orang lain yang mengikuti gaya kita” ujar Jojo.

Berbicara mengenai tips untuk sukses, Jojo memiliki pendapat sendiri, bahwa setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda-beda dan karena itulah agak susah untuk menyamakan definisi kesuksesan setiap orang. Tetapi untuk meraih kesuksesan, Jojo memberikan saran kepada pembaca #EduChatPU untuk terus ‘berkenalan’ dengan diri sendiri. Banyak orang sebetulnya tidak mengenal diri mereka sendiri, tidak mengetahui apa cita-citanya, dan apa yang harus ditingkatkan dan dikembangkan dalam dirinya.

“Banyak dari kita yang mempunya mindset yang salah, suka menutup-nutupi kelemahan sehingga terkadang kita lupa untuk meningkatkan kelebihan kita. Coba cari mentor untuk belajar, serap ilmu dari mereka, dan selalu berdoa kepada Tuhan dan percayalah Tuhan selalu mendengar doa-doa kita. Apa yang baik di mata Tuhan, pasti itu terbaik buat kita,” ujar Jojo mengakhiri #EduChatPU perdana kali ini.

imagejojo1

 

Keep Breathing, Keep Inspiring!
@InspiratorFreak

0 249

Bahasa negara mana? Bahasa Spanyol ya? Pertanyaan itulah yang pertama kali muncul saat teman saya Reza Pahlevi menuturkan bahasa Esperanto. Jangan tanya negara mana atau dikawasan mana bahasa ini digunakan, bahasa Esperanto adalah bahasa artifisial atau bahasa buatan. Nah, pencipta bahasa ini adalah seorang Polandia bernama Dr. Ludwig Lazarus Zamenhof (1851-1917), dokter asal Warsawa, Polandia, pada tahun 1887. Pada masa mudanya di Warsawa, Polandia, Zamenhof tinggal di lingkungan yang multietnis dan itu artinya banyak bahasa yang digunakan di lingkungannya. Akibatnya sering terjadi pertikaian antara etnis karena komunikasi yang kurang efektif. Akhirnya Zamenhof memutuskan untuk  menciptakan sebuah bahasa yang mudah dipelajari. Tujuannya untuk menghentikan pertikaian yang terjadi karena masalah bahasa dan membuat satu bahasa netral, bahasa yang tidak dimiliki oleh negara atau etnis tertentu tapi milik semua orang, untuk menjadi bahasa internasional pada nantinya.

Bahasa Esperanto sebagai bahasa artifisial, tentu saja tidak muncul dari dinamika sebuah bangsa dan budaya tertentu. Bahasa Esperanto bukan merupakan bahasa ibu siapapun di dunia ini, maka bahasa tersebut dianggap milik yang setara bagi semua orang, tapi pembelajaran bahasa Esperanto akan lebih mudah jika pembelajar menguasai dengan baik bahasa Inggris, Jerman, Prancis, karena kosakata bahasa Esperanto ada sedikit kemiripan dengan kosakata bahasa-bahasa tersebut.

Bahasa Esperanto ini dianggap jauh lebih mudah dipelajari daripada bahasa Inggris, tata bahasanya pun sangat mudah. Ada dua juta penutur bahasa Esperanto di seluruh dunia dan terus berkembang. Bahkan bahasa ini dianggap bahasa gaul dunia. Tertarik?

 

Inspirator Freak

Keep Breathing, Keep Inspiring

0 220

Well, halo Inspirator!. Kali ini kita kedatangan artikel pembaca Inspirator Freak dari Medan loh. Artikel kali ini datang dari sekumpulan anak muda inspiratif yang kuliah di Universitas Sumatera Utara, ilmu komunikasi. Mereka membentuk komunitas penggiat bahasa ESPERANTO di Indonesia. Bahasa Esperanto itu apa sih??????penasaran kan?. Langsung aja baca artikel ini.

Berbicara tentang budaya tentu tidak lepas dari unsur bahasa. Tidak dipungkiri lagi bahasa sering dijadikan sebagai identitas diri ataupun kelompok atau simbol dari sebuah pesan. Banyak bahasa di dunia ini sudah sejak lama ada dan menjadi ciri dan hak paten dari setiap bangsa. Sehingga bahasa seperti bersifat eksklusif bagi suatu bangsa dan mereka yang menggunakan diluar bangsa tersebut dianggap sebagai pengikut bahasa. Tidak ada bahasa yang dimiliki bersama di dunia ini, setiap bangsa seakan-akan berlomba-lomba untuk mengeksklusifkan bahasa miliknya dan berharap jika bahasa mereka dipakai maka akan naiklah harga diri bangsa tersebut.

Berbicara tentang bahasa yang dimiliki bersama, seorang Polandia L.L Zamenhof pada tahun 1887 menciptakan bahasa Esperanto. Kata ‘Esperanto’ sendiri berarti “seseorang yang berharap” di dalam bahasa Esperanto. Tujuannya sederhana, dia ingin menciptakan sebuah bahasa yang “netral” atau semua orang bisa memilikinya untuk memudahkan semua orang untuk berkomunikasi. Di Indonesia sendiri, bahasa Esperanto telah ada sejak jaman penjajahan Belanda tepatnya di tahun 1919. Dan komunitas bahasa Esperanto Indonesia pertama dibentuk pada tahun 1952 di Jakarta dengan nama Indonezia Universala Esperanto- Asocio (IUEA) oleh Rangkajo Chailan Sjamsoe Datoe Toemenggoeng. Memang sejak awal, komunitas dari bahasa Esperanto ini tidak banyak, hanya hitungan puluhan orang saja. Hal ini tidak terlepas dari kurang dikenalnya bahasa ini di Indonesia.Namun lambat laun sejumlah komunitas bahasa Esperanto mulai terbentuk dari satu kota ke kota yang lain. Dimulai sejak dari kota Yogya, kemudian menyebar ke Bandung hingga menjamah pulau Sumatera seperti Batam dan Medan.

Di Medan sendiri tidak diketahui kapan pertama kali komunitas bahasa Esperanto ada. Namun Medan memiliki komunitas Esperanto yang bernama Aurora Muvado. Komunitas ini memang tergolong masih kecil karena anggotanya saat ini hanya 16 orang saja. Tetapi disinilah letak kebersamaan itu ada. Komunitas ini melakukan pertemuan di rumah para anggota komunitas maupun di ruang terbuka yang nyaman. Hal inilah yang menjadi penguat kebersamaan bagi setiap anggota komunitas ini. Memang harus diakui bahwa bahasa Esperanto itu tidak tenar dan sangat jarang orang yang tahu tapi komunitas ini tidak putus asa untuk terus berusaha memperkenalkan bahasa Esperanto ke seluruh masyarakat kota Medan. 

Pimpinan dari komunitas ini adalah seorang mahasiswa yang terdaftar di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU stambuk 2012. Namanya Reza Pahlevi, dia adalah orang yang menduduki jabatan Ketua Divisi Edukasi di Indonezio Esperanto Asocio. Reza sendiri sadar bahwa dia bertarung melawan arus dengan mendirikan sebuah komuntas yang cenderung jarang orang mengetahuinya bahkan tidak dikenal sama sekali. Tapi semangat untuk menyatukan perbedaan bahasa membuat Aurora Mofado tetap bertahan hingga saat ini dan bahkan mengantar Reza sendiri terbang ke negeri sakura Jepang untuk mewakili seluruh Esperantis (pengguna bahasa Esperanto) yang ada di Indonesia menghadiri Kongres Bahasa Esperanto se dunia. Jadi bukan menjadi halangan tersendiri untuk melawan arus karena sesungguhnya Reza sudah membuktikan kebersamaan dan semangat untuk menyatukan perbedaan melalui bahasa Esperanto  dapat menjadi awal dari lembaran baru kehidupan budaya di masyarakat medan khususnya.

“Pergerakan Esperanto di Medan masih tergolong kecil. Tetapi semangat kami menyampaikan tentang Esperanto sebagai bahasa netral dan mudah dimengerti, tidak akan pudar. Semua ini berkat teman-teman yang mendukungnya sepenuh hati. Esperanto estas facila kaj neŭtrala lingvo, do lernu! Esperanto adalah bahasa yang mudah dan netral sehingga belajarlah!” . Itulah semangat Aurora Mufado, bagaimana dengan semangat kita ?

Kiriman artikel ini dari InTeam Publisher yang ada di Medan, thanks buat temen-temen di Medan. Inspirator Freak seneng banget bisa dukung komunitas kalian dengan membantu menerbitkan artikel ini :D

 

Inspirator Freak

Keep Breathing, Keep Inspiring

 

Connect with us!