Thursday , 28 November 2013
Hi Inspirator, tau gak kalau setiap tanggal 26 November itu sebetulnya ada Hari Tanpa Belanja yang dikhususkan untuk melawan budaya konsumerisme. Faktanya adalah karena konsumerisme 20% populasi manusia di dunia, mereka telah mengkonsumsi lebih dari 80% kekayaan alam. Nah belum lagi yang 80% manusia lainnya, tandanya sebetulnya kekayaan alam kita sudah defisit jauh dan dampaknya akan bener-bener terasa nanti pas jaman anak cucu kita.
Masa muda emang jadi masa-masa yang paling krusial dalam segala hal. Di masa ini, setiap individu bisa dibilang masih dalam tahap transisi alias pencarian jati diri. Di tahap ini, lingkungan biasanya bisa berpengaruh besar dalam membentuk karakter diri seseorang. Nggak sedikit dari anak muda saat ini yang rela ngubah penampilannya demi dibilang gaul, keren, atau supaya bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Sampai-sampai, nggak sedikit orang yang harus ngeluarin uang berjuta-juta demi status sosial di lingkungannya.
Menurut Yatman (1987), anak muda utamanya remaja emang jadi sasaran utama dalam pemasaran suatu produk. Dan hal ini bukan cuma karena keinginan remaja itu aja, tapi juga dipengaruhi faktor-faktor lain, misalnya perkembangan diri remaja itu sendiri. Kayak yang udah dicontohin di atas, nggak sedikit orang yang rela ngeluarin uang jutaan rupiah agar bisa diterima di lingkungannya.
“Buy what you need, not what you want.” Yap, kata-kata ini mungkin udah sering banget kita denger di kalangan generasi muda saat ini. Perilaku konsumtif yang banyak dilakuin sama anak muda saat ini emang udah terkesan kronis. Banyak banget anak muda yang membeli barang ataupun shopping bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan. Nah, sebenernya gimana sih dampak dari perilaku konsumtif itu buat kita sebagai anak muda? Apa yang harus kita lakuin supaya nggak terjebak dalam perilaku konsumtif?
Mungkin kata kunci dari 2 pertanyaan di atas yaitu kesadaran diri sendiri. Orang-orang yang tau apa yang dia butuhin pasti bakalan sadar kalo perilaku konsumtif punya dampak yang nggak baik dari berbagai sisi, dan saat kita udah sadar sama hal itu, pasti kita bisa menghindari hal bernama perilaku konsumtif. Emang berat sih, mengingat masa muda yang udah pasti seneng jalan-jalan bareng temen dan beli barang-barang yang dianggap lucu atau menarik. Ya tapi harusnya kita sebagai anak muda bisa sadar kan, barang yang bakalan kita beli bakalan kepake nggak nantinya? Atau justru barang yang kita beli cuma bakalan jadi hiasan atau pajangan doang? Perilaku konsumtif nggak cuma berdampak buruk buat keuangan, tap juga bisa mempengaruhi sifat dan perilaku kita. Kalau perilaku konsumtif ini nggak bisa kita handle, bisa-bisa perilaku ini justru jadi kebiasaan yang nggak bisa dihentiin.
Nah, itu dia penjelasan singkat tentang perilaku konsumtif. Buat Inspirator semua, hindari diri dari perilaku konsumtif ya. Buat apa tampil keren kalau apa yang kita beli justru cuma jadi sarana buang-buang uang dan nggak punya manfaat sama sekali. Dan inget terus ya Inspirator, belilah apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Editor : Christmastuti Destriyani
Keep Breathing, Keep Inspiring!
2013-11-26November 26, 2013
November 26, 2013
November 25, 2013
November 14, 2013
konsumtif. susah nih kalau ngerem yg satu ini ^^ tapi kudu bisa ya, dimulai dg gak buang2 pulsa sia2
Nah bener banget nih Arga.. Coba deh diirit2, bikin prioritas mana aja yang emang harus dibeli, mana yang nggak..
betulll.. susah nghilangin caranya biar nggak terlalu konsumtif,harus dari diri sendiri